Hikmah dibalik Kegagalan Mencari Kerja

coworking space medan

Gundah mencari profesi rasa-rasanya kini lebih menyakitkan ketimbang gundah dengan gebetan. Dalam ucapan kita sering kali berkata, “Ini seluruh telah takdir Kuasa”. Meski di lubuk hati terdalam kita memendam banyak pertanyaan mulai dari kenapa orang sepintar kita gagal di-hire perusahaan meskipun kita juga tak kurang-kurang akta kesibukan di luar kampus, kenapa kita tak diterima meskipun interview berjalan lancar, dan masih banyak lagi.

Di balik seluruh pertanyaan hal yang demikian, jikalau kita terus-menerus memikirkannya akan membikin kita jadi memikirkan hal yang tak-tak. Karenanya dari itu, mari kita intip alasan-alasan positif kenapa kita gagal diterima perusahaan.

Baca juga : Coworking Space Medan

1. Latar belakang yang kurang ideal sedangkan relevan
Alasan ini bisa membikin perusahaan jadi memastikan tingkatan karir kita. Umpamanya kita yaitu tamatan Teknik Elektro. Untuk memperlihatkan kelebihan pada diri kita supaya bisa dibedakan dengan calon pekerja yang lain, karenanya kita mencantumkan beragam kesibukan non-teknis (seminar atau workshop) yang relevan dengan kuliah.

 

Sebagian kesibukan hal yang demikian menjadi pensupport kuliah sebab ilmu yang ada di situ menjadi pencerah pikiran. Lazimnya dengan meniru kesibukan-kesibukan semacam itu, kita jadi berdaya upaya bahwa menjadi teknik itu keren, pengaplikasian segera perihal teknik bisa berkhasiat bagi sekitar tanpa penjelasan rinci mengenai teknikalnya, kemajuan teknologi memberi akibat pada dunia, dan lain-lain.

 

Meski ada perusahaan yang kurang demikian itu memandang alangkah aktifnya kita dalam meniru kesibukan di luar kuliah. Justru ada perusahaan yang menyenangi seseorang dengan kesibukan minim melainkan tetap. Nah, dengan demikian perusahaan tak merekomendasikan untuk diterima berprofesi di tempatnya sebab mereka memerlukan orang yang terbiasa konsentrasi. Meskipun kita kurang ideal sebab terbiasa multitasking.

Coworking space di medan

2. Bukan berarti kita tak kompeten
Sekiranya tingkatan pengajaran lebih tinggi dari kualifikasi yang dipinta, perusahaan juga kuatir kita akan berekspektasi tinggi kepada mereka. Dapat jadi kita nanti akan menginginkan bayaran atau apresiasi yang besar atas kesediaan kita sebab telah berharap melamar di sana. Meskipun standar pemberian yang telah diatur dari perusahaan hal yang demikian susah untuk diubah.

 

3. Kepribadian kita terlalu bagus atau lembut
Saja bersuka cita memperhatikan ada seseorang yang bertindak dengan sungguh-sungguh bagus malah tampak lembut. Makna lembut di sini maksudnya tak menyukai memaksakan, tak egois, tak terburu-buru. Melainkan, tak seluruh perusahaan memerlukan seseorang dengan tabiat seperti ini.

 

Kadang perusahaan cukup puas dengan kepribadian yang bagus saja (tak perlu terlalu ramah). Malah ada kalanya seseorang yang tampak kencang mengambil keputusan, tangkas, dan tegas mengutarakan kehendak lah yang justru diperlukan. Karena adat istiadat berprofesi di tiap perusahaan berbeda-beda, ada yang keras penuh dengan deadline, ada yang isinya yaitu karyawan-karyawan cekatan sebab semestinya senantiasa stand by, ada juga yang terbiasa lembur sampai malam hari.

Meeting Room Medan

Oleh karena itu, mawas diri saja diri sendiri, jangan terburu mengecap buruk suatu perusahaan. Saat tau sesudah kita menyadari seperti apa diri ini dan mengenal pelbagai kebudayaan kerja, rupanya kita lebih pantas ditempatkan di komponen yang didominasi dengan kehidupan bersosial, menghibur banyak orang, tak edan kerja, dan tak mengharuskan lembur.

 

4. Perusahaan menginginkan kita melamar di daerah mereka pada posisi lain
Seandainya orang terjebak persoalan idealisme antara passion atau jurusan dalam memilih profesi, secara tak sadar semangat dan keinginan dapat menjulang tinggi pada salah satunya. Kedua opsi itu berat untuk diputuskan.

 

Sekiranya memilih passion, bersiap-siap saja untuk menghadapi banyak rintangan dan bendung godaan. Karena mencari profesi yang ideal dan pantas berdasarkan kita yaitu hal yang tak gampang. Malah seringkali memerlukan waktu yang lama. Meskipun bila memilih profesi yang cocok dengan jurusan, tentu akan banyak list profesi sebab kita cuma perlu mencocokkan kualifikasi profesi dengan jurusan yang kompeten di perusahaan. Itulah bedanya, kadangkala dikala kita mempunyai passion pada suatu bidang rupanya menyimpang dengan jurusan kuliah kita.

 

Sehingga, kita yang terlanjur melamar posisi D secara tak sengaja buang satu kans dikala interviewer mau kita melamar di posisi C.

 

5. Perusahaan mau memberi yang terbaik untuk kita
Seringkali orang terjebak dengan imajinasi alangkah menyenangkannya bila berprofesi di perusahaan A atau alangkah enaknya bila di perusahaan B. Meski kenyataannya, dimana saja kita berprofesi nanti akan sama-sama berprofesi keras dalam berkontribusi dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Sehingga perusahaan malah akan semaksimal mungkin memperlihatkan terhadap para calon pekerjanya mengenai situasi dan situasi real seperti apa saat nanti telah diucapkan diterima untuk berprofesi di sana.

 

Virtual Office Medan